RADIKAL MARKETING
Genjot Penjualan dengan Diskon Seumur Hidup
Persaingan di industri perbukuan kian ketat. Bukan saja lantaran muncul banyak penerbit baru disertai lahirnya puluhan judul buku tiap hari. Lebih dari itu, mulai bertebarannya toko buku juga semakin meramaikan peta persaingan. Timbul persoalan, bagaimana mengiming-imingi konsumen untuk membeli produknya.
Mari berjalan-jalan ke toko buku. Bervariasikah judul bukunya? Bagaimana display-nya? Terjangkaukah harganya? Dan, ujung-ujungnya, sanggupkah semuanya itu membuat kita tertarik membeli?
Judul buku, rata-rata sama. Display apalagi. Monoton, gitu-gitu aja. Harga? Dari penerbit, harga jual yang dipatok sama. Pelayanan juga tiada yang istimewa. Nah, lantas bagaimana persaingan mereka untuk menggenjot penjualan?
Eksperimen yang dilakukan oleh Toga Mas ini boleh dibandingkan. Toko buku yang berdiri tahun 1990 di Malang, dan kemudian melebarkan sayapnya ke Yogyakarta, Semarang, dan Jember ini memposisikan diri sebagai “toko buku diskon”. Bukan sesekali, tapi seumur hidup! Segmennya adalah mahasiswa, terutama, dan kelas menengah atas.
Apa gerangan yang dilakukannya? Dari mana pula keuntungan diperoleh? “Margin dari rabat diperkecil. Rata-rata, penerbit memberi rabat kepada toko buku sebesar 30-40 persen. Nah, kami hanya mengambil 10 persen. Lainnya, kami kembalikan kepada konsumen,” ungkap Arif R, Direktur Toga Mas Yogyakarta kepada saya.
Risikonya, omzet digenjot. Untuk mendapatkan keuntungan, dengan harga jual sama, jika toko buku lain menjual satu, Toga Mas mesti menjual tiga kali lebih banyak.
Tentang strategi harga ini, Arif mengaku terinspirasi oleh cara menjual Alfa dan Walmart. “Bagi mereka, barang yang dicari pasar dijual murah, sedangkan yang nggak dicari orang nggak dibanting harganya,” ujarnya.
Contoh yang dilakukannya adalah ketika menjual buku Harry Potter jilid lima Januari lalu. Sebagai penjual, instingnya menangkap bahwa –seperti keempat jilid sebelumnya– jilid kelima ini bakal laku keras. Sama seperti buku-buku lainnya, ia pun memberikan diskon untuk pembelian Harry Potter 5. Dari harga jual Rp 96.000, dilepasnya ke tangan pembeli seharga Rp 75.000.
Alhasil, pada hari pertama kemunculan Harry Potter, buku terbitan Gramedia itu ludes terjual seribu eksemplar. Pada hari kedua, Toga Mas tercatat sebagai pengambil terbesar kedua di luar Jabotabek, hanya kalah oleh Toko Buku Uranus, Surabaya.
“Ini yang kami sebut co-branding. Bahasa sederhananya, numpang beken. Harry Potter itu kan dari pertama sudah laris. Tanpa promosi pun orang akan mencarinya. Nah, dengan promosi, kami jadi ikut terkenal,” cetus Arif lagi.
Memang, tidak seperti kebanyakan toko buku yang “mendiamkan” buku-buku yang dipajang di tempatnya –karena menganggap promosi adalah urusan penerbit; Toga Mas cenderung aktif berpromosi. Ia gemar “berteriak” jika ada yang baru. Termasuk, promosi untuk mengangkat buku yang tidak laris. Sebelum Eiffell… I’m in Love difilmkan, buku yang telah terbit satu setengah tahun lalu ini kurang laku. Maka, dibuatlah promosi, yakni menggabungkan penjualan dengan Harry Potter. Paket kedua buku ini bisa diperoleh dengan harga Rp 98.500. Bayangkan, di tempat lain, Rp 96.000 hanya mendapatkan Harry Potter saja.
Progresivitas Toga Mas dalam menjaring konsumen layak diperhitungkan. Zaman sudah berubah. Saatnya konsumen dijemput, dipikat hatinya. Jika tidak, niscaya akan ditinggalkan.
Salam Agung,
AA Kunto A
http://bisniskunto.wordpress.com/tag/radikal-marketing/
BAGAIMANA CARANYA MENJADI MARKETING YANG HANDAL
BAGAIMANA CARANYA MENJADI MARKETING YANG HANDAL
Trik di bawah ini akan membantu membuat klien atau si calon bos baru itu bertekuk lutut.
Ada beberapa kendala yang biasanya dihadapi oleh mereka yang gagal mendapatkan klien.
1. Tidak Tahu Kebutuhan Klien
Kesalahan yang sering terjadi adalah Anda tidak faham kebutuhan klien. Keberhasilan jualan, ditentukan pula oleh seberapa besar pengetahuan Anda tentang kebutuhan mereka. Misal, mereka sedang butuh pasta gigi, eh, Anda malah memberinya sabun mandi. Kalau mau tahu yang mereka butuhkan, cari informasi kanan-kiri, baik dari eksternal maupun internal klien sendiri.
2. Deadline Selalu Jadi Alasan
Soal deadline yang mepet kerap dijadikan dalih ketidakberhasilan menembus klien.Buatlah time table, daftarlah deretan nama klien lengkap dengan catatan karakter tiap produk/kebutuhan, lalu segera hubungi mereka sepagi mungkin. Percaya deh, dalam sehari banyak sekali yang bisa Anda lakukan.
3. Berkelit dari Birokrasi Rumit
Tidak perlu gemas dan ingin ‘membunuh orang’. Coba dong selidiki siapa yang paling berwenang atau decision maker di perusahaan tersebut, dan lakukan pendekatan personal. Biasanya bila kepalanya sudah bisa dipegang, Anda bisa memotong jalur birokrasi yang berbelit-belit. Anda juga bisa mengerahkan jejaring Anda di perusahaan tersebut.
4. Keahlian Menjalin Hubungan
Tak bisa dipungkiri, kelihaian menjalin hubungan personal, cukup menentukan keberhasilan usaha Anda menggaet mereka. Anda tidak harus menjadi psikolog untuk memenangkan hati mereka. Ada beberapa sikap yang biasanya diperlihatkan klien :
* “Wah, mau banget tuh”
Tanpa bertele-tele, mereka langsung oke saat Anda menyodorkan tawaran. Sikap welcome mereka juga ditunjukkan dengan langsung menjadwalkan bertemu dan presentasi, serta terjadi interaksi yang positif antara Anda dan mereka.
Bila akhirnya terjadi transaksi, tetaplah berhubungan. Tanyakan perkembangan setelah mereka menjadi klien Anda. Mintalah komentar atau kritik dari mereka untuk meningkatkan pelayanan perusahaan Anda.
* Enggak minat ah”
Duh, sungguh menjengkelkan memang jika belum-belum mereka sudah bilang tidak berminat. Apa yang bisa dilakukan? Gali lagi latar belakang calon klien dan minat mereka, kemudian dekati dengan cara lain yang lebih personal.
Mengetahui hobi mereka, bisa menjadi celah. Kalau mereka hobi nonton, berikan dong tiket pertunjukan, atau sesekali main ke kantor calon klien, dengan membawa makanan, bergaul dengan orang kantor di sana, dan sebagainya. Lakukan pendekatan untuk membuka peluang, setelah itu, baru ciptakan suatu kebutuhan calon klien terhadap produk Anda.
* Iya sih…tapi…enggak deh”
Sikap dan kemauannya serba tidak jelas. Dibilang nolak, tapi enggak, dibilang oke, tapi kok nadanya nolak? Ah, Anda dibuat pusing oleh ketidakjelasannya. Cara terbaik untuk menghadapi klien seperti ini adalah cari tahu sikap yang sebenarnya. Sebelumnya, Anda perlu tahu dulu kebutuhannya.
Anda bisa mendapatkan info ini dari orang-orang yang bekerja dengannya, atau dari pihak luar yang pernah bekerjasama dengannya. Kalau setelah pendekatan, sikapnya masih ngambang, tidak perlu memaksakan diri. Lebih baik, cari calon klien lain yang lebih punya sikap.
5. Kemampuan Jual
Selain soal kemampuan menjual, ada hal-hal yang sebenarnya sepele, tapi punya manfaat besar dalam interaksi Anda dengan klien. Ini kaitannya dengan pembawaan Anda.
* Penampilan oke
Anda tidak perlu menggerutu jika punya wajah tidak secantik Tamara Bleszynski (dia sih satu banding seribu) Penampilan oke bisa diperoleh dengan berpakaian sesuai ‘tema’ (jangan berpakaian kasual jika Anda menawarkan produk yang sangat feminin). Lalu percaya dirilah (yang ditampilkan dengan bahu tegak, mata menatap pasti, dan senyum yang konstan). Sikap ini akan membuat Anda terlihat sebagai orang yang sukses. Orang tentu akan lebih senang bertransaksi dengan orang yang tampak sukses daripada gagal.
* In the mood
Simpan dalam peti untuk sementara suasana hati yang buruk akibat patah hati. Tampillah dengan penuh gairah saat bertemu calon klien. Sebab hanya dengan emosi yang stabil, dapat tercipta energi dan mood yang baik.
* Say cheese
Senyum itu murah tapi punya dampak yang luar biasa. Senyum juga menular pada orang lain. Dengan senyum Anda dapat mencairkan suasana yang kaku, meredakan ketegangan dan kemarahan. Sulit menemui klien? Perlihatkan dong senyum terbaik Anda.
* Panggil nama
Mereka lebih suka bila Anda menyebut nama, ketimbang memanggil mereka dengan sebutan ibu dan bapak saja. Anda toh tidak sedang berinteraksi dengan orang asing di kendaraan umum, kan?
* Nada dan tekanan suara
Biar pembicaraan tidak monoton, perhatikan nada dan tekanan suara. Ada kata-kata yang perlu diucapkan biasa, dan ada pula yang perlu diberi tekanan untuk menunjukkan pentingnya maksud tersebut.
* Selipkan Humor.
Di sela-sela pembicaraan, selipkan humor yang bisa menyegarkan suasana. Tapi, sebaiknya pilih-pilih humornya agar tidak menyinggung klien. Bukannya sukses, mereka malah kabur. http://karir-up.com/infoiklan.php
CARA BISNIS EFEKTIF DALAM SITUASI KRISIS
CARA BISNIS EFEKTIF DALAM SITUASI KRISIS
Krisis keuangan yang dialami Amerika Serikat saat ini,secara tidak langsung berdampak luar biasa ke berbagai negara berkembang,termasuk indonesia. Bahkan para pengamat ekonomi meramalkan krisis ini akan berkembang menjadi kelesuan ekonomi global dalam waktu agak lama.
Dalam dunia bisnis di indonesia,situasi ini sangat berpengaruh dalam perkembangan perusahaan. Secara sederhana ini akan mempengaruhi profit sebuah perusahaan. Pada saat pendapatan berkurang dan profit diharapkan juga tidak terlalu turun,maka salah satu cara yang populer untuk ditempuh adalah dengan mendorong adanya inovasi produk atau menciptakan sebuah loyalty program. Hal tersebut merupakan beberapa strategi untuk bertahan hidup yang dapat diterapkan di dunia bisnis saat ini.
Kadangkala sebuah perusahaan kerap terlena dengan hasil penjualan yang mereka dapatkan,sehingga seringkali mengabaikan inovasi produk. Disaat krisis ini inovasi merupakan salah satu CARA YANG EFEKTIF dilakukan sehingga dapat mendongkrak penjualan. Inovasi mutlak dilakukan agar konsumen tidak lari ke penjual lainnya. Beberapa praktek inovasi sederhana yang dilakukan adalah : INOVASI KEMASAN,pembeli akan lebih tertarik melihat kemasan yang EYE-CATCHING, INOVASI PRODUK ,yaitu pengembangan produk berbasis pada produk yang sudah ada sebelumnya ,dan INOVASI TEMPAT,menarik konsumen dapat dilakukan dengan susunan display jualan yang menarik dan dapat terlihat oleh banyak konsumen.
Selain inovasi, cara lain yang efektif ditempuh untuk menyiasati KRISIS GLOBAL ini adalah dengan menciptakan loyalty program atau pemberian penghargaan untuk konsumen yang loyal menggunakan produk anda . Dengan loyalty program dapat menciptakan kesetiaan pelanggan dan secara signifikan dapat meningkatkan profit perusahaan. Salah satu cara yang dapat dilakukandalam loyalty program adalah dengan memberikan POINT AWARD kepada pelanggan setelah membeli produk anda, point reward dikumpulkan pelanggan dapat menukarkannya dengan hadiah. Beri jangka waktu pengumpulan poin untuk dapat ditukarkan minimal 3 bulan,sehingga secara tidak langsung telah menggiring konsumen untuk setia membeli produk anda.
Dampak krisis pada akhirnya juga mempengaruhi turunnya motivasi dan gairah kerja karyawan. Oleh karena itu untuk menjaga kinerja agar tetap stabil di tengah situasi sulit, peran PR (public relation) bekerjasama dengan pucuk pimpinan dan jajaran manajemen untuk menjelaskan atas langkah-langkah perusahaan dalam menghadapi krisis. Beberapa alternatif yang dapat diaplikasikan untuk tetap membuat karyawan dapat bersikappositif dalam situasi krisis adalah sbb:
* Komunikasi segala sesuatu yang berkaitan dengan langkah perusahaan secara transparan/terbuka.
* Menetapkan kembali prioritas dalam masa sulit.
* Meningkatkan kreatifitas karyawan dalam melakukan inovasi produk.
Diharapkan dengan beragam tips diatas,semoga dapat memberi manfaat bagi perusahaan dalam menghadapi masa sulit seperti krisis keuangan global saat ini.
sumber: www.pusatinformasidanopini.wordpress.com
7 CARA MUDAH MEMULAI BISNIS
7 CARA MUDAH MEMULAI BISNIS
Banyak orang yang takut memulai bisnis karena beranggapan bahwa bisnis itu perlu modal yang besar, ruang yang luas, dan harus menyediakan lokasi khusus untuk tempat usaha. Padahal sebetulnya, bisnis bisa dijalankan dari mana saja. Bahkan Anda tetap bisa mendatangkan uang sambil tetap bekerja sebagai karyawan dan mengurus anak.
“Membuat bisnis itu artinya kita harus siap-siap terjun bebas. Siap-siap gagal. Dan ketika bisnis itu gagal, telan semua pahitnya, dan mari kita mulai lagi,” kata Ligwina Poerwo Hananto CFP, Chief Executive Office Independent Financial Planner dari Quantum Magna Financial.
Selain pengalaman akan bertambah banyak karena menjalani bisnis sendiri, Anda pun akan lebih kreatif, ulet, tahan banting, dan bertanggung jawab. Ini juga artinya Anda membuat lapangan pekerjaan bagi orang lain.
Tidak masalah jika ide kita sama dengan orang lain. Yang penting kita harus punya sesuatu yang unik supaya orang tertarik untuk datang ke tempat kita. “Setelah mendapatkan ide, baru dilanjutkan what, who, how-nya,” ujar Ligwina. “What adalah apa yang akan kita jual. Who adalah kepada siapa kita menjualnya, berarti target pasarnya. Dan how adalah cara kita memasarkan produk. Harus beda dan sekreatif mungkin. Yang perlu diingat, jangan takut untuk memulai bisnis.” Menurutnya, perempuan biasanya lebih kreatif dan jeli melihat pasar.
Banyak pengusaha yang memulai bisnisnya dari hobi atau kegiatannya di waktu senggang. Coba simak tujuh cara mudah memulai bisnis di bawah ini:
1. Lakukan hal yang dicintai. Keberhasilan Anda tergantung seberapa besar Anda mencurahkan hati terhadap bisnis tersebut. Jika Anda melakukan hal yang dicintai, hasrat Anda terhadap bisnis tersebut akan menjadikan Anda ahli dan gigih.
2. Dari hidup sehari-hari. Banyak pengusaha mendulang keuntungan dengan menjual hal-hal sepele yang kita temukan sehari-hari. Hal-hal yang sebenarnya penting namun orang malas melakukannya. Buatlah bisnis yang pelanggan malas melakukannya, atau tidak punya waktu untuk itu. Misalnya bisnis menyewakan tanaman untuk pertemuan atau acara-acara kawinan.
3. Hobi. Apakah teman-teman Anda pernah memuji masakan dan busana yang Anda rancang sendiri? Kenapa tidak dikembangkan saja? Jadikan hobi Anda menjadi suatu bisnis dengan mulai menjualnya kepada teman-teman Anda sendiri.
4. Ahli dalam suatu bidang. Jika pintar berbahasa Inggris atau merangkai beaded necklace, Anda juga dapat berbagi ilmu sekaligus mendapat penghasilan dari situ. Bukalah tempat kursus meski hanya di rumah.
5. Membeli hak jual. Jika Anda tidak tahu apa yang harus dijual, Anda dapat membeli hak jual produk dari suatu perusahaan. Entah itu makanan atau barang. Apalagi sekarang sudah banyak produk waralaba yang bisa Anda pilih. Pemberi hak jual biasanya memberi keleluasaan untuk mengatur jumlah modal Anda sendiri.
6. Segera mulai. Jangan menunggu waktu lama untuk berbisnis. Karena faktor mood atau perasaan bisa membuat Anda menunda rencana yang telah disusun. Segera bergerak ketika Anda sudah tahu akan menjual produk apa. Beri nama produk yang khas agar konsumen mudah mengingatnya.
7. Tes market. Tes market juga merupakan komponen yang penting jika mau berbisnis. Caranya bisa dengan mengamati perubahan gaya hidup, daya beli konsumen, dan selera konsumen. Siapa tahu Anda malah bisa menjadi pencipta tren. Ketika pasar sudah menerima produk kita, pertahankan kualitasnya. Hasil yang akan dipasarkan pertama kali menjadi poin penting yang akan dinilai oleh pasar. Jangan lupa untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk di kemudian hari. (Midya Desiani/Majalah Sekar/KOMPAS)
“BISNIS ITU BERESIKO TIDAK MEMULAINYA LEBIIH BERESIKO”
Distributor Alcohol
Seberapa banyak anda butuh alkohol ? Kami akan menyediakan untuk anda.
Anda butuh pasokan/suplai alkohol untuk Rumah Sakit, Poli Klinik, Toko Kimia, Apotik, industri Parfum Dll. Kami menyediakan untuk anda. hubungi kami; email: hernowo.setiabudi@gmail.com
DENIS MOTOR
CREDIT MOTOR YAMAHA SEMUA TYPE DISINI TEMPATNYA
DAPATKAN DISCOUNT (CASH BACK)
INSTALASI LISTRIK
Terima panggilan Instalasi Listrik untuk perumahan dan umum (JABODETABEK)
Hubungi: Wandy (021) 95307855
SEJAHTERA MERAH PUTIH
SEJAHTERA MERAH PUTIH
MENERIMA PESANAN:
KAOS, ATRIBUT PARTAI, DLL
BAHAN HYGET Rp.6000/PTG
BAHAN P E Rp.6500/PTG
PAYMENT: CASH ON DELIVERY
HUBUNGI: ABDUL (021) 91788896
Salam Sejahtera
SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA,
Terimakasih telah berkunjung di Blog kami, kami menunggu saran dan kritik yang membangun dari anda. semoga blog ini awal dari rencana saya untuk membuat web Iklan Gratis. Mohon do’a dan dukungannya.
Terima Kasih